KALIMANTAN – Di tengah hamparan hijau perkebunan kelapa sawit yang luas di Kalimantan, sosok Shindy Nur Vidia Ningsih tampak sigap memberikan instruksi kepada timnya. Siapa sangka, perempuan muda alumni SMAN 4 Pinggir - Tasik Serai yang kini memegang posisi strategis sebagai Mandor Unit Pupuk saya sekarang bekerja di perusahaan Karyamas Plantation PT. BUKIT SEMIRAH ESTATE Kalimantan Barat ini memulai perjalanannya dari sebuah harapan melalui jalur pendidikan.
![]() |
| ☝️Fhoto keberangkatan dari Bandara SSK II Pekan Baru menuju Yogyakarta Tahun 2024 |
Shindy adalah anak dari pasangan Supriadi dan Supartik ini adalah bukti nyata bahwa program peningkatan SDM di sektor sawit bukan sekadar seremonial. Sebagai alumni Program Beasiswa Sawit, ia berhasil mengubah privilese pendidikan menjadi prestasi lapangan yang membanggakan.
Jembatan Pendidikan: Awal Mula Perjalanan
Langkah dari Alumni 1 AKPY Yogyakarta 2024-2025 ini dimulai saat ia berhasil lolos seleksi beasiswa prestisius yang didanai oleh BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit). Selama masa studi, Shindy tidak hanya berkutat dengan teori di kelas, tetapi juga mengasah kedisiplinan dan pemahaman mendalam mengenai tata kelola perkebunan yang berkelanjutan.
![]() |
| ini poto Sindy pada waktu magang mandor tempo lalu di Sinarmas |
Mendobrak Stigma di Lapangan
Dunia perkebunan seringkali dianggap sebagai domain laki-laki karena tuntutan fisik dan lingkungan kerja yang keras. Namun, Shindy mematahkan stigma tersebut. Menjabat sebagai Mandor Unit Pupuk, ia memegang tanggung jawab krusial: memastikan nutrisi tanaman terjaga demi produktivitas yang optimal.
Tugasnya bukanlah perkara mudah. Ia harus mengawasi distribusi pupuk, memastikan dosis yang tepat sesuai standar operasional (SOP), hingga memimpin puluhan pekerja di lapangan setiap harinya.
![]() |
| Shindy Bersama Orang tuanya |
Kunci Sukses: Integritas dan Ketelitian
Keberhasilan Shindy naik kelas menjadi mandor didasari oleh tiga hal utama:
- Ketelitian Data: Dalam unit pemupukan, kesalahan dosis bisa berdampak fatal pada lingkungan dan biaya. Shindy dikenal sangat presisi dalam manajemen stok dan aplikasi lapangan.
- Kepemimpinan Humanis: Sebagai pemimpin perempuan, ia mampu melakukan pendekatan yang persuasif namun tegas kepada para pekerja lapangan.
- Adaptasi Cepat: Berpindah ke Kalimantan menuntut daya tahan mental yang kuat, dan Shindy membuktikan bahwa alumni beasiswa siap ditempatkan di garis terdepan industri.

Komentar



